IDNKatolik.com – PANAS terik membakar merah Kota Sintang. Nampak sebagian Orang Muda Katolik sedang berbicang santai di pinggiran sebuah pertokoan. Mereka berbicang santai terkait segala persiapan yang akan mereka lakukan dengan perjalanan ke sebuah daerah yang jauh dari Kota Sintang.
Sambil menunggu beberapa kawan OMK dan pembicara, tetiba terdengar kabar di kabupaten seberang, tempat diadakannya kegiatan terjadi hujan lebat. “Cuaca di sana hujan deras dan berdampak pada jalanan yang licin,” ujar OMK yang hadir di situ.
Yang lain ikut menimpal, “Berapa jam perjalanan dari paroki menuju stasi tempat kegiatan”? tanya seorang lagi. “Sekitar dua jam,” kata yang lainnya. Yang lain bercerita, “Gak tahu kira-kira medannya seperti apa.”
Di Paroki St. Mikhael Tanjung Baung, Stasi St. Gabriel Kenayan, adalah tempat dimana akan diadakan pembukaan Ekaristi Kaum Muda (EKM) II. Misa EKM II diadakan pukul 18.00 lewat – agak molor dari biasanya karena jalanan yang licin dan medan seusai hujan yang membuat kebanyakan lumpur dan kendaraan roda dua dan empat sulit melewati. Meski demikian, antusiasme OMK sangat terasa.
Misa ini diikuti oleh para peserta dan umat stasi Kenayan dan stasi terdekat. Meski stasi ini tergolong jauh, penulis sangat senang melihat antusias sekitar 130 orang muda yang datang dari 14 stasi. EKM II kali ini mengangkat tema: “Aku Katolik, Aku Indonesia. Bangga Menjadi Katolik, Bangga Menjadi Indonesia”.
Pastor Marselus Agnesius berpesan agar OMK perlu terlibat dalam kemajemukan seraya memiliki kualitas dan nilai ketika menghadapi ragam tantangan yang akan terjadi. “Orang muda harus memiliki militansi yang kuat sehingga semakin kuat,” ujar Pastor Marselus.
Sesi materi dimulai cukup malam, tetapi tak membuat semangat OMK pupus. Vincessius ET, seorang pemuda yang berdomisili di Keuskupan Sanggau dan harus menempuh perjalanan lebih kurang empat jam untuk tiba di lokasi kegiatan berbagi tentang “OMK yang Militan”. Ia mengajak OMK untuk belajar dan berproses bersama membangun militansi dalam iman dan bidang mereka masing-masing.
EKM II hari pertama ditutup pukul 00.15 WIB. Tampak memang beberapa peserta yang sudah kelelahan tapi tetap bertahan. Meski begitu, ada hal yang menarik dari pengalaman ini. Para orangtua ikut mendengarkan sampai sesi ditutup. Mereka begitu antusias meski duduk di luar gereja. Sebelum kami bubar, seorang panitia berkomentar: “baru EKM kali ini aku mengikuti sesi materi sampai tengah malam.”
OMK saling mengenal dan sharing pengalaman iman di antara mereka. Ada yang bercerita tentang cita-cita, ada juga yang sharing soal relasi dengan orang tua dan pacar, serta ada juga yang menceritakan tentang pendidikan dan imannya. Semua menyatu dalam satu keluarga OMK dan saling menguatkan.




