Narita Watkaat, Misionaris Awam di Agats

Narita Watkaat

IDNKatolik.com – ANAK-anak Sekami Keuskupan Agats kerap memanggilnya“mama sayang”. Panggilan inidianggap sebagai suatu penghargaan terhadap wanita bernama lengkap Narita Watkaat karena pelayanannya yang total kepada Gereja Keuskupan Agats.Ketika bergabung sebagai anggota Tim Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Agats, wanita kelahiran 9 Maret 1978 initelahberjanji untuk setia melayani anak-anak Sekami Keuskupan Agats.

Rita, demikian sapaannya bercerita bahwa anak-anak sekami di Papua rata-rata berasal dari masyarakat asli Papua. Tantangan utama adalah bagaimanaseorang pelayan mampu memahami segala keinginan dan kemauan anak-anak Papua. Berbeda dengan menjadi pelayan KKI di paroki-paroki kota besar. Di Papua, tidak mudah menjelaskan apa itu Gereja dan siapa itu Yesus kepada anak-anak. Tantangan lain adalah mengajarkan mereka untuk menghafal doa-doa dosar Katolik seperti Bapa Kami dan Salam Maria. Maka salah satu cara pastoral yang baik adalah pastoral kehadiran. “Kita harus menyapa anak-anak, mengambil hati mereka, ikut kemauan mereka, dan mereka akan mencintai Tuhan,” ungkap Rita.

Kecintaannya terhadap anak-anak Sekami di Keuskupan Agats serta harapannya agar anak-anak Agats bisa terpupuk imannya membuat Rita tidak segan-segan meninggalkan pekerjaan utamanya dan terjun ke paroki-paroki pedalaman. Alumni Universitas Patimura, Fakultas Pertanian, Ambon ini beberapa kali tinggal di paroki dan stasi-stasi jauh dari Kota Agats. Di sana ia mengajarkan anak-anak berdoa dan bernyanyi. Meski tanpa gereja, mereka bisa bernyanyi di bawah pohon, di halaman rumah ketua suku, dan di pinggiran rawa. “Saya merasakan sukacita tersendiri ketika menyaksikan ekspresi iman anak-anak itu. Kadang kalanya mereka tak menggunakan baju, belum mandi, berlumpur tetapi saya percaya ekspresi iman mereka didengarkan Tuhan,” ungkapnya dengan keyakinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *