IDNKatolik.com – Bidaah ini muncul pada abad I yang menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak sungguh-sungguh manusia, melainkan hanya tampak sebagai manusia. Kata ini dalam bahasa Yunani yaitu, dokein, “tampak atau kelihatannya”. Dengan kata lain Yesus Kristus hanya memiliki tubuh surgawi dan berpura-pura menderita dan mati.
Istilah ini dipopulerkan oleh Eusebius. Ajaran ini digunakan pada Gereja Perdana untuk menyangkal realitas inkarnasi Yesus secara fisik. Titik tolaknya adalah materi itu jahat, penyebab dosa dan tidak dapat dipersatukan dengan Putera Allah menjadi satu pribadi. Segala sesuatu yang bersifat daging adalah jahat dan mati. Sedangkan yang Ilahi adalah baik dan tidak mati.
Bidaah ini mendapat dukungan dari Basilides yang berpendapat bahwa Yesus memang dilahirkan dan hidup tetapi ia didiami oleh Kristus untuk sementara. Ia menolak penyaliban Yesus sebab yang disalibkan adalah Simon dari Kirene. Ada jugaValentinus yang mendukung bidaah Docetisme. Menurutnya, Yesus yang diceritakan dalam Injil bersifat Roh (tubuh bayangan), tubuh Yesus tidak bersifat fisik. Selain Valentinus ada Cerdon dan Marcion yang mengatakan Yesus tidak pernah lahir tetapi secara tiba-tiba muncul dari surga saat pemerintahan Tiberius.
Bidaah ini mendapat kritikan dari Bapa-bapa Gereja. Salah satunya adalah Ignatius dari Antiokhia yang mengatakan Yesus Kristus sungguh-sungguh hadir dari anak dara Maria, dibaptis oleh Yohanes yang menderita dibawah Pemerintahan Pontius Pilatus. Ada juga Ireneus dan Tertulianus yang mengatakan Yesus Kristus adalah benar-benar manusia yang lahir, menderita dan mati di kayu salib.



