Sharing Uskup Amboina: Umat Katolik Tanpa Gereja di Tengah Jemaat Protestan

IdNKatolik.comLingat adalah desa terbesar kedua di Pulau Selaru yang ada di bawah pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Di dalam pulau ini ada 6 kampung Protestan ( GPM ), sedangkan umat Katolik umumnya adalah pendatang.

Tadi pagi saya mengadakan perjalanan dari Kota Ambon dengan pesawat 1 jam 40 menit sampai di kota Saumlaki, ibu Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada pukul 10.00 pagi. Setelah beristirahat 2 jam, kami meneruskan perjalanan dengan speedboat yang mempunyai daya muat 60 orang selama hampir 1 jam perjalanan.

Kunjungan kali ini dibuat dalam rangka menghadiri Misa Pertama RD. Bobby Larat, Romo pertama dari Stasi Adaut. Setelah acara penerimaan di stasi Adaut, kami menumpang lagi mobil ke Stasi Lingat sekitar 1 jam perjalanan.

Ketika sampai di desa ini, kepala desa bersama masyarakatnya telah menanti kami dan menyambut dengan ramah, padahal pada pagi hari tadi beredar sebuah video dari beberapa pemuda desa ini yang menolak pendirian gedung gereja Katolik. Mala kepada umat Katolik yang berjumlah 11 KK dengan 33 Jiwa ini, saya kuatkan mereka bahwa justru mereka adalah Gereja yang sesungguhnya. Tetap tekun berdoa pasti Tuhan sendiri yang akan mengizinkan kalian untuk membangun sebuah rumah doa bagi-Nya.

Dalam sambutan, Uskup Inno memuji keramahan pemerintah dan Jemaat GPM yang ada di desa ini sambil berharap bahwa ke depan, kehidupan umat beragama dalam hal toleransi akan lebih baik lagi dengan cara berani dan terbuka menerima perbedaan.

Catatan kecil dari kepulauan perbatasan RI denggan Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *