IDNKatolik.com – Bidaah Priskilianisme: Bidaah ini merupakan pencampuran ajaran Manikeisme, Docetisme dan Modalisme. Bidaah ini menolak preeksistensi Allah Putera sebelum segala abad dan menolak kemanusiaan Allah Putera. Ajaran ini dikembangkan di Semenanjung Iberia (Roma Hispania) oleh Priscillia, dari doktri Gnostik-Manicheisme yang dipopulerkan oleh Marcus dari Memphis, Mesir. Marcus datang ke Spanyol dan mengajar teori Gnostik dengan dua pengikutnya yaitu Agape dan Priscillian.
Ajaran ini mengajarkan bahwa ada dua kerajaan yaitu kerajaan terang dan gelap. Dua kerajaan ini diwakilkan oleh manusia dan sering mendatangkan konflik. Mulanya jiwa manusia dimaksudkan untuk menaklukan kerajaan kegelapan tetapi jatuh dan dipenjarahan dalam tubuh. Atas dasar inilah, seorang bernama Yesus, Juruselamat datang dan membebaskan jiwa dari tubuh.
Orang-orang Priskila menghormati sebagian besar Perjanjian Lama namun menolak kisah penciptaan. Beberapa kitab suci apokrif diakui sebagai asli dan terinspirasi. Karena orang-orang Priskila percaya bahwa materi sifatnya jahat, mereka menjadi pertapa dan berpuasa pada hari Minggu dan Hari Natal. Karena doktrin mereka bersifat esoteris dan eksoteris, dan karena diyakini bahwa pada umumnya orang tidak dapat memahami jalan yang lebih tinggi, para Priscillianis yang tercerahkan, diizinkan untuk berbohong untuk tujuan yang suci. St Agustinus menulis sebuah karya terkenal, “Contra Mendacium” sebagai reaksi terhadap doktrin ini.




